
Hmm..kehidupan pendidikan di jenjang perguruan tinggi di Indonesia saya capture kurang lebih seperti di atas. Saya yakin masih banyak yang belum saya capture dengan baik karena keterbatasan untuk membuat lebih detil. Akan tetapi secara garis besar saya gambarkan seperti di atas.
Sebelumnya saya memohon maaf jika salah satu dari pembaca berasal dari Universitas yang saya gambarkan diatas tidak saya bulatkan seperti UGM, ITB, UI, dan ITS. Alasannya yaitu saya fokus pada 4 perguruan tinggi negara yang terbesar dan terbaik di negara kita ini, Indonesia. Binus saya tidak masukkan karena saya belum mendengar kabar Binus termasuk negeri. Mau tidak mau Anda yang membaca harus menerima kenyataan bahwa 4 universitas tersebut merupakan universitas dengan anak didik di atas rata-rata IQnya secara umum, akan tetapi faktor keuntungan juga gak bisa tidak diperhitungkan
Mungkin Anda pertama kali bingung mengapa saya menggambarkan seperti di atas dimana ada perusahaan Asing yang bergerak secara international ada di di tengah.
Mungkin yang menempuh pendidikan di 4 universitas tersebut akan mengerti maksud saya. Karena pada umumnya perusahaan asing yang terpercaya akan memilih tenaga pekerja dari 4 universitas tersebut disebabkan karena mereka adalah pekerja yang memiliki IQ yang bisa dikembangkan lagi. Kebanyakan perusahaan Asing membuka lowongan pekerjaan pada ke-4 Universitas tersebut. Coba saya ajak Anda untuk pergi ke alam logika Anda. Jika Anda adalah seorang yang menjalankan perusahaan international yang terkemuka. Maka Anda akan mencari pekerja yang seperti apa ? Anda tentunya akan mencari pekerja yang mudah dibentuk atau dengan kata lain pekerja yang pandai dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Dan input dari Universitas tersebut juga merupakan anak2 yang pandai, dan kenyataan mengatakan bahwa sistem di dalam Universitas tersebut stabil sehingga tentunya keluaran dari Universitas tersebut merupakan keluaran yang patut untuk diperhitungkan untuk dijadikan pekerja dari perusahaan kita.
Mungkin dalam beberapa universitas atau institut lain akan terlihat beberapa mahasiswa yang tergolong pandai. Sebenarnya itu terjadi karena banyak faktor yaitu salah satunya karena di dalam Unversitas tersebut tingkat persaingannya tidak seperti di ke-4 universitas tersebut. Jika Anda tidak percaya ? Coba Ingat-ingat, anak2 yang masuk ke-4 universitas itu tidak lain adalah orang yang tergolong pandai dari SMA pada umumnya.
Tapi saya tidak menawarkan sebuah gengsi antar universitas mana yang baik di sini. Akan tetapi, saya pengen kita melihat bukti nyata tentang pendidikan di jenjang perguruan tinggi di Indonesia saat ini. Dan saya berharap teman-teman dari beberapa universitas yang saya tidak sebutkan semoga berada pada universitas yang memiliki sistem yang stabil dan mendidik serta menghasilkan keluaran yang siap kerja. Amin..
Sempat saya berpikir bahwa apa sih bedanya antara beberapa universitas lainnya misalnya yang ada di Indonesia bagian timur dengan ITB, UI ,UGM, ITS dsb. Bukti menyatakan bahwa orang-orang di sana, di Indonesia Timur berpikir bahwa kita harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) , sementara dari ke-4 Universitas tersebut berpikir bagaimana saya bisa kerja di perusahaan Asing seperti di Total, Chevron, Microsoft, dsb. Alasan utamanya banyak, hanya berkisar antara 2 hal yaitu Harga Diri, dan Salary/Gaji yang ditawarkan oleh ke-2 perusahaan tersebut. Banyak orang berpikir bahwa dia ingin bekerja di perusahaan tersebut untuk mencari pengalaman dan modal. Padahal sebenarnya orang-orang yang ada di dalam perusahaan tersebut sudah memikirkan pikiran2 yang ada dibenak Anda bahwa suatu saat akan seperti ini dan sebagainya. Kenapa saya berkata seperti itu. Jawabannya simple kok, wong orang yang ada di dalam sudah pernah kuliah. Mereka tentunya membuat sistem dimana hal itu ditangani dengan baik.
Saya juga gak munafik jika saya di kasi pekerjaan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Saya bersedia dengan sangat
. Dan saya berdoa semoga saya tetap di dalam pendirianku karena sebenarnya saya pengen ke Amerika untuk belajar tentang peradaban sebagian disana. Supaya bisa mendapatkan inspirasi saat balik ke Indonesia lagi.
Cuman kalau ada yang memberikan dengan ikhlas. cukup untuk masuk ke salah satu universitas terbaik, di Amerika di sana saya akan menerimanya dengan senang hati. Masalahnya saya sudah merasakan sistem salah satu universitas terbaik di bangsa Ini , Institut Teknologi Bandung. Kita tidak bisa mengatakan sebuah sistem itu baik atau buruk apabila kita tidak masuk ke sistem tersebut. Makanya saya ingin masuk ke Universitas terbaik di Dunia ini dan berupaya menjadi pembajak beberapa sistem dari Universitas terbaik di Dunia, seperti di Yale, Harvard, MIT, Princetown, Standford, dsb.
Dari apa yang saya paparkan sebelumnya bahwa secara filosofis kebanyakan mahasiswa yang ada di Indonesia berpikir BAGAIMANA SAYA BEKERJA di Perusahaan X. Bukan membuat lapangan pekerjaan. Dan saya merasa kecewa, karena ke-4 universitas yang merupakan tulang punggung pergerakan bangsa ini juga berpikir sama. Dan paling kecewa lagi karena ke-4 kampus itu kurang lebih tidak sadar akan hal itu. Orang Pintarnya saja berpikir seperti itu, lalu bagaimana dengan universitas lain yang notabene tidak sepintar mereka yang ada pada 4 universitas tersebut???.
Sebenarnya saya masih bingung dengan negara ini sendiri, kok masih belum sempat berpikir seperti ini, ataukah pemimpin kita2 sudah tidak mau memikirkan hal ini??
Saya gak bilang kita yang berada pada 4 universitas tersebut tidak boleh untuk tidak kerja di perusahaan tersebut. Cuma sekarang saya ingin memohon lewat tulisan ini kepada 4 Universitas tersebut untuk memikirkan hal ini. Karena untuk kampus saya sendiri, saya merasa terjadi asinkronisasi, yaitu dimana rektorat berkata seperti ini (membual) bahwa ingin mengembangkan negara ini, dsb. Akan tetapi tidak bisa membuat hal itu terjadi. Bahkan tidak jarang kita dengar beberapa DOSEN merasa bangga dengan mengatakan bahwa “anak didik kita telah bekerja di perusahaan ini , itu dsb”. Padahal secara tidak langsung itu mensugesti buat mahasiswa yang mendengarnya untuk berpikir jadi pekerja juga.
(
Saya heran deh.. terkadang di kampus sendiri, di ITB sendiri, anak2 masih berpikir untuk bekerja di perusahaan asing dan sebagainya, dan tidak memulai untuk berpikir untuk jadi pengusaha?? ataukah jadi seorang research sejati yang benar2 mengembangkan teknologi.
Tidak mungkin kita menjadi seorang yang hebat di CEO secara penuh dan research secara penuh. Yang ada adalah salah satu di antara keduanya. Kita tinggal memilih mana yang kita senangi.
Banyak faktor yang sebenarnya kompleks untuk saya tulis dan membuat tanganku jadi malas untuk menulis karena saking kompleksnya.
Cuman ku ingin berkata kepada REKTORAT
1. Bukannya saya tidak sepakat kita membuat mahasiswa menjadi pekerja di perusahaan International. Akan tetapi pikirkanlah caranya agar presentasinya jauh lebih sedikit dibandingkan memilih mengembangkan 2 hal yaitu CEO ataukah research. Karena Bangsa kita menjadi mati Industrinya kalau ke-2 tipe tersebut tidak ada. Kalau Hampir semua berpikir jadi pekerja semuanya, maka mau jadi apa Bangsa ini ??
Terkadang ku mendengar dari Beberapa Dosen SIpil dari almamaterku memberikan penilaian yang buruk kepada mahasiswa Arsitektur dan terbukti dari perbincangan anak2 mahasiswa sipil bahwa anak2 Arsitektur itu gak tau ngitung dsb. Padahal Pada dasarnya mereka berada pada rumpun yang sangat dekat.
2. Para Perusahaan Asing hanya mengatakan kepada Anda wahai Rektorat Universitas -universitas/Institute2 di Indonesia.
Sementara perusahaan Asing tersebut mendapatkan apa siap bekerja keras dan yang diinginkannya yaitu :
First Graduate yang fresh yang siap bekerja keras dan dibentuk menjadi orang yang diinginkannya. Makanya mengapa perusahaan Asing di Indonesia akan lebih memilih First Graduate dibandingkan S2 di negara ini. Coba pikir secara logika deh..saya akan berkata bahwa orang yang menjadi staf di pemerintahan misalnya untuk administrasi dsb..tidak mesti memiliki pendidikan s1 dsb ..karena setiap instansi memiliki frame work tersendiri. Begitu juga dengan perusahaan asing lainnya. Mereka sudah punya cara sendiri. Tinggal bagaimana membuat first graduate yang diterima bisa menjalankan framework tersebut
Untuk MAHASISWA seperjuanganku
Meskipun kita selalu berkata : “paling saya hanya kerja berapa tahun diperusahaan tersebut” tapi sebenarnya mereka sudah memikirkan hal tersebut. Maka dalam jangka yang mereka prediksi bahwa kita akan meninggalkan perusahaan tersebut, mereka berupaya membuat kita memberikan kontribusi yang maksimal. Meskipun Mereka tahu kita akan pergi 2-5 tahun lagi, tapi mereka tahu bahwa universitas/Institut tidak pernah mati karena manusia tetap membutuhkan pendidikan. Meskipun kita pergi nantinya, mereka tahu bahwa First Engginer yang baru akan siap menggantikan kita.
Tapi semoga setelah kita pergi dari situ, ayo kita bangun negara kita dengan memperbanyak diri menjadi seorang CEO ataukah seorang researches.
Untuk Pemerintah:
Engkaulah bersama rektorat yang harus memikirkan untuk menangani masalah ini. Jangan cuma berpikir, akan tetapi langsung bertindak.
Untuk diriku sendiri :
ayo semangat…buktikan kepada mahasiswa lain bahwa saya bisa hidup tanpa harus bergantung pada perusahaan orang lain. . tapi saya bisa membuat perusahaan sendiri.
Dan apa impact jika kita masih dalam sistem pendidikan Indonesia yang belum robust ini..impactnya yaitu ..
kita tetap hanya menjadi seorang PENONTON dari Teknologi dan sebagainya
Bakti Kami Untukmu Tuhan
Bangsa Almamater Merdeka
Fachrie Lantera
Merdeka.
Ente jadi dosen atau tukang riset aja bos…
Ato pegawai negri, biar ini bangsa diurus sama orang pinter dan bener…
Comment by puthutp — March 25, 2009 @ 6:18 pm
@puthtup
saya gak mau terikat oleh suatu terikatan masalah sistem terlebih dahulu ..saya akan mempekerjakan dosen yang sesuai spesifikasi nantinya
…asal perfectsionis seperti steve jobs (apple corporation & pixar animation) semua bisa dilakukan..itu hanya tinggal masalah waktu ..
saya pernah ngomong ke anak2 saat presentasi kuliah Komunikasi Antar Personal..
kalau phutut ngerti maksud ucapan saya ini ..maka putut ngerti bahwa tak ada hal yang tak dapat diwujudkan…
“you have to feel what is the meaning of word..and there is a power inside a word
”
saya belajar di Informatika sekarang benar2 ingin kembali ke sana nantinya memperbaiki sistem informasinya..saya lulus 2012 ..dengan beberapa persen step dari mimpi ini telah terwujudkan…bisa dilihat di sumpah Lagaligo II
di http://kertaspatah.wordpress.com
semua pasti ada alasan
kalau jadi dosen saya hanya bisa menangani satu kasus..tapi boleh ntar deh..saya pengen buat Lagaligo University ..saya dah berpikir sejak semester II..
sekarang dah jalan kok..ku lagi pengen buat organisasi seperti ini ..
http://en.wikipedia.org/wiki/Alpha_Epsilon_Pi
emang orang visioner selalu dianggap aneh
…
coba pikir deh…gimana caranya orang bisa menjadikan komputer sebagai kebudayaan hidupnya padahal komputer pertama kalinya hanya ALU dan pengulangan perhitungan pada setiap bit2 yang besarnya cuma 5 volt..pada IC…
itu adalah alasan yang tepat untuk membuat semua orang harus merenungi kembali bahwa jika engkau ingin membuat sesuatu ..lakukan..
karena hanya ada 2 option yang ada
yaitu kamu gila saat kamu gak bisa wujudkan beberapa progress.
dan yang lain menjadi ternganga saat itu terwujudkan…
salam merdeka..terima kasih telah mau numpang untuk membaca tulisan yang gak jelas
Comment by fachrielantera06 — March 26, 2009 @ 9:56 am
Betul bung Fachrie, di Indonesia naluri untuk membuka peluang usaha itu sangat rendah. Mentalnya masih mental karyawan ( Ooops seperti saya :p )
Benang merahnya dimana ya? Apa salah didikan ortu, atau salah kurikulum atau apa?
Kalo kita bisa menganalisa penyebabnya mungkin bisa mengubah ini
Comment by ekaria27 — April 2, 2009 @ 8:16 am
kertaspatah->@ekaria
ya tadi dah ditulis panjang2 komentarnya terus google chromenya tertutup sendiri..
mungkin karena salah mencet ini kali ya..
ya jadi malas nulis lagi analisa saya..mungkin suatu saat saya akan tulis di tulisan saa yang baru lagi
..
Intinya sebenarnnya adalah bangsa kita sendiri belum menghargai pendidikan itu sendiri secara
implementasi..bukan secara teori..karena bangsa ini memang terkenal dengan ngomongnya..
komentator sepakbolanya aja keren banget
Comment by fachrielantera06 — April 3, 2009 @ 2:04 am
Arggghh rumit emang…
Wajar jika semakin banyak lulusan pintar namun malah semakin banyak masalah dalam masyarak, lah wong pada mengabdikan diri untuk industri bukan untuk masyaraktnya.
Gw mencoba mencari akar permasalahnnya nih, yaitu dari pertanyaan :” apa yang membuat mayoritas lulusan perguruan tinggi berorientasi menjadi pekerja (baca: beorientasi pada uang). Jawabnya…
Karna orang tua mereka telah mengeluarkan biaya yang tidak kecil jumlahnya untuk mengecap pendidikan. Sederhananya biaya yang dikeluarkan untuk kuliah dipandang sebagai investasi yang harus segera balik modal dengan cara yaitu tadi (kerja di MNC ato korupsi klo jadi PNS)
Coba deh pendidikan digratisin (baca:dibiayai oleh rakyat melalui negara) Cuma lulusan perguruan tinggi biadab yang tega menghianati rakyatnya –yang udah ngebiayain– dengan cara bekera pada industri yang malah memiskinkan rakyat.
Comment by nila — April 26, 2009 @ 11:29 am
fachrielantera06.wordpress.com
..
hmm sepertinya ada yang harus diperbaiki sedikit konsep Ikan Nila
yaitu ..sebenarnya adalah .yang terpenting sekarang adalah..rasa Trust dari Guru2 itu tidak ada ..karena mereka gak Trust kalau mereka itu seorang yang Mulia di Dunia Ini
Comment by fachrielantera06 — April 28, 2009 @ 3:04 am