Mungkin kita butuh untuk menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya sambil tersenyum untuk melupakan semua permasalahan yang membebani pikiran kita selalu. Hmm…suatu ketika ku makan bersama 2 orang bersaudara. Salah satunya adalah seorang programmer yang membuat Digital Mark Reader sekaligus pengelola perusahaan Codena. Kalau dalam acara makan2 seperti itu ..pastilah ada cerita-cerita yang terlontar dalam moment tersebut. Salah satu penggalan tersebut:
Hidup itu semua indah dan tak ada yang sulit kalau kau selalu senyum menerima kenyataan yang ada. Mencoba menenangkan hati. Ya sudahlah mau diapakan lagi ini hidup?? Semuanya punya makna tersendiri buat orang yang menjalaninya. Saya gak bisa memprediksi secara jelas ke arah mana hidupku terkadang. Saya terkadang takut untuk melangkah. Apalagi untuk hal yang serius.
Karena kehidupan tidak akan berjalan kalau semuanya sama. Adanya perbedaan akan membuat sesuatu menjadi saling membutuhkan dan akan terjadi interaksi antara satu dengan yang lain. Adanya orang pintar menjadi kebutuhan bagi orang yang tidak tau. Saya berpikir tidak ada orang yang pintar. Sebenarnya yang ada adalah orang yang lebih tau.
Bayangkan sebuah mekanisme inheritance dalam kehidupan ini. Sebuah parent yang memiliki banyak atribut dan method dan apabila dideklarasikan dengan sifat public. Maka turunan dari parent tersebut akan memberikan informasi yang lebih kepada turunannya. Jika parent sedikit attribut dan methodnya, maka turunannya kemungkinan memiliki sedikit atribut pula. Atribut itu identik dengan pengetahuan yang dimiliki oleh orang yang hidup dalam kasus perbincangan kita untuk saat ini, dan method itu identik dengan skill. Sulit yak dimengerti…hehe
Orang tau karena adanya informasi yang makanya saya berpikir jika informasi saya tingkatkan dengan baik di Indonesia timur, kemudian saya olah dengan padat, maka Indonesia Timur akan lebih berkembang dari sebelumnya. Mungkin hal ini sudah dirintis oleh sebagian orang yang saya tidak kenal entah dimana dia berada. Semoga bisa bekerja sama nantinya. Informasi itu harus padat. Layaknya film yang dibuat oleh orang Luar(bule) yang memberikan informasi kepada penontonnya untuk semua kasus dalam waktu yang sangat singkat. Terkadang film yang dibuat oleh orang luar hanya dengan 10 detik membuat kita menjadi mengerti dibandingkan dengan buatan orang Indonesia .
Mengapa hal itu terjadi ?Itu terjadi karena “the way of thinking” dari orang Indonesia beda. Mengapa itu terjadi?Itu terjadi karena informasi yang beredar padanya tidak lengkap dan juga semangatnya rendah. Lagi2 berhubungan dengan Informasi. Sebenarnya siklus kehidupan itu seperti rantai kehidupan yang dapat dipahami jika kita mau. Layaknya 1 3 5 7 ..Kita akan tau bahwa angka yang diinginkan setelah itu adalah 9 karena kita tau pola dari angkat tersebut. Tidak ada hal yang tidak dapat dipikirkan. Pandangan untuk berpikir jangka panjang itu harus kita pikirkan. Saya bisa mengatakan bahwa bilangan ke 100 dari deret tersebut adalah bilangan 1+(100-1)*2 =199. Kita bisa menulis satu persatu deret tersebut hingga suku ke-100. Akan tetapi kita bisa tau juga dengan formula yang mungkin dipelajari oleh anak SMA Un= a+(n-1)*b. Dari mana kita mendapatkan informasi tersebut ? Jawabannya sangat mudah. Itu karena pola dari deret itu jelas, kemudian kita bisa berpikir bagaimana mensimulasikan sehingga kita mendapatkan formula tersebut. Pernah suatu ketika teman saya mencoba mengkomplain dengan mengatakan “tapi kehidupan kan tidak memiliki pola”. Saya melihat dari kasus generik, bukan dari kasus yang khusus. Saya bisa mengatakan bahwa Anda setelah lulus kuliah hanya memiliki beberapa option dalam hidup ini, 1. Kerja di perusahaan asing/lokal 2. Tidak bekerja. Emang tidak berpola seperti bilangan yang ada diatas. Contoh diatas sebenarnya hanya untuk memberikan pemahaman bahwa sesuatu yang berpola dapat kita buatkan sebuah formula. Hanya saja kehidupan ini polanya tidak seperti itu.
Yang terlintas di benakku untuk saat ini adalah berupaya menolong dan menyadarkan manusia yang kudapatkan bahwa pendidikan itu penting dan kepentingan itu bermacam-macam. Sekarang saya bisa menganalisa beberapa hal. Mungkin saya gak bisa ngomong mengenai tentang algoritma ini dan itu secara kompleks tentang teknologi, akan tetapi saya tau secara garis besar secara dalam apa sih yang akan kita dapatkan dengan meningkatkan teknologi dan apa sih tujuan dari hidup ini dan sebagainya? Saya gak mendapatkan Nilai A seperti yang kalian banggakan dalam Ujian Kampus. Saya berharap mendapatkan nilai A dalam kehidupan ini. Saya hanya berupaya untuk membuat hidupku lebih berguna. Mungkin saya tidak berguna buat orang yang hidup seangkatan denganku atau beberapa angkatan di bawahku atau diatasku. Tapi saya yakin orang2 yang ada 10tahun -selamanya akan mengenang namaku dalam hidupnya bahwa pernah ada orang yang namanya Fachrie Lantera yang berpikir bahwa segala hal itu bisa berubah dan kau juga bisa merubah sesuatu itu dengan memfokuskan apa tujuanmu dan melakukan langkah2 yang harus ditempuh. Terlalu banyak hal yang telah saya jalani, namun terkadang saya merasa tertekan dengan kehidupan yang dialami oleh orang-orang disekitar saya. sebenarnya saya pengen DO seandainya saya banyak uang dan punya influence yang besar untuk merubah peradaban, tapi belum bisa karena lingkungan orang Indonesia Timur. Karena mereka masih melihat kamu lulus kuliah atau gak dsb. Saya pengen DO karena waktu ini serasa tidak cukup dan jangan-jangan cita-cita yang terlintas di otak ini bisa hilang Kenapa harus ke Indonesia TImur?? Alasannya cukup simple, yaitu karena ku berasal dari sana dan ketidakadilan terjadi disana dalam segi informasi. Seandainya saya ada di Amerika dan lahir disana, mungkin saya gak berpikir itu lagi Malah saya berpikir bagaimana mencenkram dunia ini. Tapi Allah pengen ku hanya dalam skala kecil yaitu di Indonesia timur. Kenapa bukan di Indonesia bagian barat. Itu karena ku melihat adanya pergeseran peradaban di Indonesia bagian barat , kemudian saya malas untuk berdebat dengan orang-orang pintar yang hanya ngomong tapi gak bisa melakukan sesuatu dengan jelas. Berbicara hal yang filosofis namun hanya tinggal sekedar cerita. Saya pengen kita berangkat dari hal yang filosofis kemudian kita lakukan. DO IT what you think. Pilihan hidup itu banyak. Kita belajar serius di kampus, maka kita akan dapat nilai A atau B lah minimal. Dapat apa yang kau inginkan untuk masuk kerja diperusahaan yang bonafit mungkin. Yang sebenarnya tertawa karena mendapat tenaga pekerja yang pintar2 di Indonesia dan hanya menyebarkan isu ke Pak rektor kampus ini “anak2 didikan kalian itu pintar-pintar dan saya rasa ITB adalah kampus yang baik”. ITB mendapatkan pujian maksudku”. Tetapi perusahaan besar mendapatkan apa yang diinginkan.Tetapi kembali ke permasalahan setiap orang ingin hidup bahagia itu adalah pilihan. Saya gak mau merusak pola pikir orang yang sudah terbentuk demikian. Ya sudahlah itu adalah pilihan malahan saya ingin support untuk kerja di perusahaan bonafit karena kemampuan adaptasi hidup setiap orang itu tidak semua sama. Dan saya ingin kita semua berhasil.
Setiap orang punya andil dalam hidup ini. Dan mungkin andil dalam hidupku tidak seperti sebagian orang. Kita lihat saja bagaimana kehidupan ini akan berputar. Saya dengar pak DMR mengatakan bahwa orang yang umurnya 20-25 tahun biasanya mempunya cita-cita tinggi. Saya sudah menjawabnya kemaren2. Saya masih punya 5 tahun dari sekarang untuk berupaya mewujudkan impian saya. Setelah 25 tahun yang ada adalah saya pengen lebih advance dalam bidang yang saya senangi yaitu bagaimana merubah peradaban.
Fachrie Lantera
01021989
Seorang pelajar tolol dari jurusan Computer Science ITB yang memikirkan bagaimana merubah peradaban untuk Indonesia Timur
Salam, blognya kok sering diapus-apus? blom menemukan alamat blog yg cukup keren ya?
Anda IF 2006 kah? Selamat belajar dan berkarya untuk memajukan Indonesia seperti yang Anda inginkan
Comment by tintin — March 23, 2009 @ 3:17 am
blognya gak sering dihapus kok..
ini baru tulisan pertama..
ku punya banyak blog..tapi kayaknya mau urus 2 blog dulu
http://www.kertaspatah.wordprress.com
salah satunya..cuman belum sempat ngurus dengan baik..
iya saya IF 2006 …iya makasih..insya Allah ntar bakal dilanjutin..ku juga dah ninggalin mindset sebagian anak kampus yang harus IP tinggi cepet lulus ..hanya untuk jadi pekerja di perusahaan bonafit..semester I IP masih di atas 3 lah..cuman ya bingung aja mau kemana nantinya..hatiku gak sesuai dengan cara kehidupan seperti itu..ku lebih pengen buat usaha sendiri..:D.. ku lihat tulisan kamu bagus2 lo..semoga bisa ditingkatkan …dan bisa memberikan banyak pengetahuan yang banyak..
u know in my heart ..i really wonder to blogger in this world because of them..information spread faster .:D..
Comment by fachrielantera06 — March 23, 2009 @ 1:33 pm
Ma… Berat kali tulisan kau…
tapi sebagian besar menger ja’, intinya adalah let’s make company… bigger, better
Comment by Fachmi — April 6, 2009 @ 1:24 pm
kertasdigitalmimpi->@fachmi
..hahaha
yuppi..so i want u join me later..but not now
Comment by fachrielantera06 — April 8, 2009 @ 11:27 pm
kak falen, pinter yaa?
Comment by intan26 — April 15, 2009 @ 7:06 am
>fachrielantera@intan26
semoga aja pintar …amin..
Comment by fachrielantera06 — April 16, 2009 @ 2:47 am