kertas digital mimpiku

Abstraksi Bagaimana Pendidikan yang Baik menurutku :D

March 28, 2009
2 Comments

 Karena saya stack dalam membaca hal yang berhubungan dengan web, saya mencoba keluar dari  bacaan tersebut, kemudian masuk ke sebuah slide kuliah yang saya belum ikuti. Karena semester ini saya tidak ambil.

Setelah  membaca sebuah slide kuliah yang berhubungan dengan internet : mungkin isi slidenya seperti ini :

Web Client(Browser)

·         Web browser

-          merupakan suatu perangkat lunak

-          dijalankan pada komputer user

-          sebuah perangkat navigasi di dalam web

-          menampilkan dokumen web

 

·         Perangkat Lunak Web Browser yang populer saat ini.

-          MS Internet Explorer (Windows)

-          Netscape Navigator/Communicator (Windows & Linux)

-          Opera (Windows & Linux)

-          Konqueror(Linux)

-          Lynx, berbasis teks(Linux)

 

IF-ITB/EN/1-Mar-04

IF3292-Internet & Web

 

Yang terlintas dibenakku pada saat saya mencoba memahami slide ini adalah hmmm…sepertinya jelas perbedaan antara tahap desain dan tahap implementasi. Selayaknya dalam pelajaran Object Oriented Programming, dimana ada class yang terkadang disebut sebagai template dari objek-objek yang dihasilkan. Sementara objek adalah instance dari class tersebut.

 

Pada slide itu kita lihat , menjelaskan tentang hal yang berhubungan dengan web browser. Yang terlintas dibenak saya waktu itu adalah firefox, IE8, Opera, Safari , dsb. Tapi pada slide ini, di bagian atas dia menjelaskan bahwa browser adalah bla bla. Seakan memberikan sebuah gambaran tentang sesuatu alat, atau produk tertentu yang memiliki tujuan ini dan sifat seperti ini dsb. Kemudian pada slide kedua baru terlihat instance dari hal yang diceritakan seperti IE, Konqueror, dsb.

 

Dari sini semoga memberikan gambaran kepada kita semua, jika kita ingin membuat sesuatu mulailah dari tahap yang disebut analisis dan desain, kemudian kita bergerak untuk menciptakan desain tersebut.

Kemudian pada slide ini juga memberikan gambaran bahwa slide ini tidak uptodate karena yang paling sudah banyak browser yang bagus-bagus dan populer untuk saat ini. Saat ini saya menggunakan google chrome karena terlihat lebih robust dibandingkan dengan yang lain. Hanya saja masih ada fitur yang belum dimiliki seperti pada browser firefox yang menurut saya hilang dan sebenarnya dibutuhkan.

Contoh paling nyata, yaitu ketika saya menutup browser google chrome maka tidak secara default dia akan membuka alamat website yang telah dibuka sebelumnya, seperti yang dilakukan dengan firefox. Atau saya yang gak tau nyeting ya ? Tapi pada kenyataan saya tidak pernah menyeting firefox dan dia (firefox) melakukannya dengan baik tanpa diseting ini dan itu. Mungkin sebaiknya google chrome akan melakukan itu, dan saya rasa pasti ke arah situ. Ayo google chrome semangat buatnya, ayo firefox semangat juga :D …saya mah tinggal pake mana yang baik diantara kalian. Untuk IE8 saya baru pake kalau saya butuh kamu ya…hmm mungkin saat saya mau menggunakan Visual Studio yang berhubungan dengan web :D .

 

Wadou kok malah gak nyambung dengan judul nih..

Hmm setelah saya melihat kadang-kadang tulisanku tuh panjang2 dan bisa bikin orang malas ngebacanya..jadi mungkin bisa dilanjutkan dengan tulisan berikutnya aja..

:D

 

Dada,…


Posted in 1

Kehidupan Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia Menurutku

March 23, 2009
6 Comments

tentangkampusindonesia

Hmm..kehidupan pendidikan di jenjang perguruan tinggi  di Indonesia saya capture kurang lebih seperti di atas. Saya yakin masih banyak yang belum saya capture dengan baik karena keterbatasan untuk membuat lebih detil. Akan tetapi secara garis besar saya gambarkan seperti di atas. 

Sebelumnya saya memohon maaf  jika salah satu dari pembaca berasal dari Universitas yang saya gambarkan diatas tidak saya bulatkan seperti UGM, ITB, UI, dan ITS. Alasannya yaitu saya fokus pada 4 perguruan tinggi negara yang terbesar dan terbaik di negara kita ini, Indonesia. Binus saya tidak masukkan karena saya belum mendengar kabar Binus termasuk negeri. Mau tidak mau Anda yang membaca harus menerima kenyataan bahwa 4 universitas tersebut merupakan universitas dengan anak didik di atas rata-rata IQnya secara umum, akan tetapi faktor keuntungan juga gak bisa tidak diperhitungkan :D

Mungkin Anda pertama kali bingung mengapa saya menggambarkan seperti di atas dimana ada perusahaan Asing yang bergerak secara international ada di di tengah. 

Mungkin yang menempuh pendidikan di 4 universitas tersebut akan mengerti maksud saya. Karena pada umumnya perusahaan asing yang terpercaya akan memilih tenaga pekerja dari 4 universitas tersebut disebabkan karena mereka adalah pekerja yang memiliki IQ yang bisa dikembangkan lagi.  Kebanyakan perusahaan Asing membuka lowongan pekerjaan pada ke-4 Universitas tersebut. Coba saya ajak Anda untuk pergi ke alam logika Anda. Jika Anda adalah seorang yang menjalankan perusahaan international yang terkemuka. Maka Anda akan mencari pekerja yang seperti apa ? Anda tentunya akan mencari pekerja yang mudah dibentuk atau dengan kata lain pekerja yang pandai dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Dan input dari Universitas tersebut juga merupakan anak2 yang pandai, dan kenyataan mengatakan bahwa sistem di dalam Universitas tersebut stabil sehingga tentunya keluaran dari Universitas tersebut merupakan keluaran yang patut untuk diperhitungkan untuk dijadikan pekerja dari perusahaan kita. 

Mungkin dalam beberapa universitas atau institut lain akan terlihat beberapa mahasiswa yang tergolong pandai. Sebenarnya itu terjadi karena banyak faktor yaitu salah satunya karena di dalam Unversitas tersebut tingkat persaingannya tidak seperti di ke-4 universitas tersebut. Jika Anda tidak percaya ? Coba Ingat-ingat, anak2 yang masuk ke-4 universitas itu tidak lain adalah orang yang tergolong  pandai dari   SMA pada umumnya. 

Tapi saya tidak menawarkan sebuah gengsi antar universitas mana yang baik di sini. Akan tetapi, saya pengen kita melihat bukti nyata tentang pendidikan di jenjang perguruan tinggi di Indonesia saat ini. Dan saya berharap teman-teman dari beberapa universitas yang saya tidak sebutkan semoga berada pada universitas yang memiliki sistem yang stabil dan mendidik serta menghasilkan keluaran yang siap kerja. Amin..

Sempat saya berpikir bahwa apa sih bedanya antara  beberapa universitas  lainnya misalnya yang ada di Indonesia bagian timur dengan ITB, UI ,UGM, ITS dsb. Bukti menyatakan bahwa orang-orang di sana, di Indonesia Timur berpikir bahwa kita harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) , sementara dari ke-4 Universitas tersebut berpikir bagaimana saya bisa kerja di perusahaan Asing seperti di Total, Chevron, Microsoft, dsb. Alasan utamanya banyak, hanya berkisar antara 2 hal yaitu Harga Diri, dan Salary/Gaji yang ditawarkan oleh ke-2 perusahaan tersebut. Banyak orang berpikir bahwa dia ingin bekerja di perusahaan tersebut untuk mencari pengalaman dan modal. Padahal sebenarnya orang-orang yang ada di dalam perusahaan tersebut sudah memikirkan pikiran2 yang ada dibenak Anda bahwa suatu saat akan seperti ini dan sebagainya. Kenapa saya berkata seperti itu. Jawabannya simple kok, wong orang yang ada di dalam sudah pernah kuliah. Mereka tentunya membuat sistem dimana hal itu ditangani dengan baik. 

Saya juga gak munafik jika saya  di kasi pekerjaan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Saya bersedia dengan sangat :D . Dan saya berdoa semoga saya tetap di dalam pendirianku karena sebenarnya saya pengen ke Amerika untuk belajar tentang peradaban sebagian disana. Supaya bisa mendapatkan inspirasi saat balik ke Indonesia lagi. 

Cuman kalau ada yang memberikan dengan ikhlas. cukup untuk masuk ke salah satu universitas terbaik, di Amerika di sana saya akan menerimanya dengan senang hati. Masalahnya saya sudah merasakan sistem salah satu universitas terbaik di bangsa Ini , Institut Teknologi Bandung. Kita tidak bisa mengatakan sebuah sistem itu baik atau buruk apabila kita tidak masuk ke sistem tersebut. Makanya saya ingin masuk ke Universitas terbaik di Dunia ini dan berupaya menjadi pembajak beberapa sistem dari Universitas terbaik di Dunia, seperti di Yale, Harvard, MIT, Princetown, Standford, dsb. 

Dari apa yang saya paparkan sebelumnya bahwa secara filosofis kebanyakan mahasiswa yang ada di Indonesia berpikir BAGAIMANA SAYA BEKERJA di Perusahaan X. Bukan membuat lapangan pekerjaan. Dan saya merasa kecewa, karena ke-4 universitas yang merupakan tulang punggung pergerakan bangsa ini juga berpikir sama. Dan paling kecewa lagi karena ke-4 kampus itu kurang lebih tidak sadar akan hal itu. Orang Pintarnya saja berpikir seperti itu, lalu bagaimana dengan universitas lain yang notabene tidak sepintar mereka yang ada pada 4 universitas tersebut???.

 Sebenarnya saya masih bingung dengan negara ini sendiri, kok masih belum sempat berpikir seperti ini, ataukah pemimpin kita2 sudah tidak mau memikirkan hal ini??

Saya gak bilang kita yang berada pada 4 universitas tersebut tidak boleh untuk tidak kerja di perusahaan tersebut. Cuma sekarang saya ingin  memohon lewat tulisan ini kepada 4 Universitas tersebut untuk memikirkan hal ini. Karena untuk kampus saya sendiri, saya merasa terjadi asinkronisasi, yaitu dimana rektorat berkata seperti ini (membual) bahwa ingin mengembangkan negara ini, dsb. Akan tetapi tidak bisa membuat hal itu terjadi. Bahkan tidak jarang kita dengar beberapa DOSEN merasa bangga dengan mengatakan bahwa “anak didik kita telah bekerja di perusahaan ini , itu dsb”. Padahal secara tidak langsung itu mensugesti buat mahasiswa yang mendengarnya untuk berpikir jadi pekerja juga. :( (

Saya heran deh.. terkadang di kampus sendiri, di ITB sendiri, anak2 masih berpikir untuk bekerja di perusahaan asing dan sebagainya, dan tidak memulai untuk berpikir untuk jadi pengusaha?? ataukah jadi seorang research sejati yang benar2 mengembangkan teknologi. 

Tidak mungkin kita menjadi seorang yang hebat di CEO secara penuh dan research secara penuh. Yang ada adalah salah satu di antara keduanya. Kita tinggal memilih mana yang kita senangi. 

Banyak faktor yang sebenarnya kompleks untuk saya tulis dan membuat tanganku jadi malas untuk menulis karena saking kompleksnya. 

Cuman ku ingin berkata kepada REKTORAT

1. Bukannya saya tidak sepakat kita membuat mahasiswa  menjadi pekerja di perusahaan International. Akan tetapi pikirkanlah caranya agar presentasinya jauh lebih sedikit dibandingkan memilih mengembangkan 2 hal yaitu CEO ataukah research. Karena Bangsa kita menjadi mati Industrinya kalau ke-2 tipe tersebut tidak ada. Kalau Hampir semua berpikir jadi pekerja semuanya, maka mau jadi apa Bangsa ini ??

Terkadang ku mendengar dari Beberapa Dosen SIpil dari almamaterku memberikan penilaian yang buruk kepada mahasiswa Arsitektur dan terbukti dari perbincangan anak2 mahasiswa sipil bahwa anak2 Arsitektur itu gak tau ngitung dsb. Padahal Pada dasarnya mereka berada  pada rumpun yang sangat dekat. 

2.  Para Perusahaan Asing hanya mengatakan kepada Anda wahai Rektorat Universitas -universitas/Institute2 di Indonesia.

 

  • Universitas Anda sangat baik
  • Anda adalah seorang Rektor yang sangat hebat dalam memimpin Universitas/Institut ini

 

Sementara perusahaan Asing tersebut mendapatkan apa siap bekerja keras dan yang diinginkannya yaitu :

First Graduate yang fresh yang siap bekerja keras dan dibentuk menjadi orang yang diinginkannya. Makanya mengapa perusahaan Asing di Indonesia akan lebih memilih First Graduate dibandingkan S2 di negara ini. Coba pikir secara logika deh..saya akan berkata bahwa orang yang menjadi staf di pemerintahan misalnya untuk administrasi dsb..tidak mesti memiliki pendidikan s1 dsb ..karena setiap instansi memiliki frame work tersendiri. Begitu juga dengan perusahaan asing lainnya. Mereka sudah punya cara sendiri. Tinggal bagaimana membuat first graduate yang diterima bisa menjalankan framework tersebut :D

Untuk MAHASISWA seperjuanganku

Meskipun kita selalu berkata : “paling saya hanya kerja berapa tahun diperusahaan tersebut” tapi sebenarnya mereka sudah memikirkan hal tersebut. Maka dalam jangka yang mereka prediksi bahwa kita akan meninggalkan perusahaan tersebut, mereka berupaya membuat kita memberikan kontribusi yang maksimal. Meskipun Mereka tahu kita akan pergi 2-5 tahun lagi, tapi mereka tahu bahwa universitas/Institut tidak pernah mati karena manusia tetap membutuhkan pendidikan.  Meskipun kita pergi nantinya, mereka tahu bahwa First Engginer yang baru akan siap menggantikan kita.

Tapi semoga setelah kita pergi dari situ, ayo kita bangun  negara kita dengan memperbanyak diri menjadi seorang CEO ataukah seorang researches. 

 

Untuk Pemerintah:

Engkaulah bersama rektorat yang harus memikirkan untuk menangani masalah ini. Jangan cuma berpikir, akan tetapi langsung bertindak.

Untuk diriku sendiri :

ayo semangat…buktikan kepada mahasiswa lain bahwa saya bisa hidup tanpa harus bergantung pada perusahaan orang lain. . tapi saya bisa membuat perusahaan sendiri.

 

Dan apa impact jika kita masih dalam sistem pendidikan Indonesia yang belum robust ini..impactnya yaitu ..

kita tetap hanya menjadi seorang PENONTON dari Teknologi dan sebagainya :D

 

Bakti Kami Untukmu Tuhan 

Bangsa Almamater Merdeka

 

Fachrie Lantera


Posted in 1

Indonesia Timur ..Akankah Engkau berubah denganku ?

March 22, 2009
6 Comments

Mungkin kita butuh untuk menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya sambil tersenyum untuk melupakan semua permasalahan yang membebani pikiran kita selalu. Hmm…suatu ketika ku makan bersama 2 orang bersaudara. Salah satunya adalah seorang programmer yang membuat Digital Mark Reader sekaligus pengelola perusahaan Codena. Kalau dalam acara makan2 seperti itu ..pastilah ada cerita-cerita yang terlontar dalam moment tersebut. Salah satu penggalan tersebut:

  • si adik : “sudah pernah makan telur campa* belum?”
  • falen    : “belum, saya dulu waktu sma sekitar 2 tahun   makan dari makanan ibunya teman saya , Hendra Winata   :D
  • si adik : “kalau kita sering dimasakin sama mama sendiri ” hehe ya cuma bisa sambil tersenyum.    

 

Hidup itu semua indah dan tak ada yang sulit kalau kau selalu senyum menerima kenyataan yang ada. Mencoba menenangkan hati. Ya sudahlah mau diapakan lagi ini hidup?? Semuanya punya makna tersendiri buat orang yang menjalaninya. Saya gak bisa memprediksi secara jelas ke arah mana hidupku  terkadang. Saya terkadang takut untuk melangkah. Apalagi untuk hal yang serius.

Karena kehidupan tidak akan berjalan kalau semuanya sama. Adanya perbedaan akan membuat sesuatu menjadi saling membutuhkan  dan akan terjadi interaksi antara satu dengan yang lain. Adanya orang pintar menjadi kebutuhan bagi orang yang tidak tau. Saya berpikir tidak ada orang yang pintar. Sebenarnya yang ada adalah orang yang lebih tau.

Bayangkan sebuah mekanisme inheritance dalam kehidupan ini. Sebuah parent yang memiliki banyak atribut dan method dan apabila dideklarasikan dengan sifat public. Maka turunan dari parent tersebut akan memberikan informasi yang lebih kepada turunannya. Jika parent sedikit attribut dan methodnya, maka turunannya kemungkinan memiliki sedikit atribut pula. Atribut itu identik dengan pengetahuan yang dimiliki oleh orang yang hidup dalam kasus perbincangan kita untuk saat ini, dan method itu identik dengan skill. Sulit yak dimengerti…hehe

Orang tau karena adanya informasi yang  makanya saya  berpikir jika informasi saya tingkatkan dengan baik di Indonesia timur, kemudian saya olah dengan padat, maka Indonesia Timur akan lebih berkembang dari sebelumnya.  Mungkin hal ini sudah dirintis oleh sebagian orang yang saya tidak kenal entah dimana dia berada. Semoga bisa bekerja sama nantinya. Informasi itu harus padat. Layaknya film yang dibuat oleh orang Luar(bule) yang memberikan informasi kepada penontonnya untuk semua kasus dalam waktu yang sangat singkat. Terkadang  film yang dibuat oleh orang luar hanya dengan 10 detik membuat kita menjadi mengerti dibandingkan dengan buatan orang Indonesia .

Mengapa hal itu terjadi ?Itu terjadi  karena “the way of thinking”  dari orang Indonesia beda. Mengapa itu terjadi?Itu terjadi  karena informasi yang beredar padanya tidak lengkap dan juga semangatnya rendah. Lagi2 berhubungan dengan Informasi. Sebenarnya siklus kehidupan itu seperti rantai kehidupan yang dapat dipahami jika kita mau. Layaknya 1 3 5 7 ..Kita  akan tau bahwa angka yang diinginkan setelah itu adalah 9 karena kita tau pola dari angkat tersebut. Tidak ada hal yang tidak dapat dipikirkan. Pandangan untuk berpikir jangka panjang itu harus kita pikirkan.  Saya bisa mengatakan bahwa bilangan ke 100 dari deret tersebut adalah bilangan 1+(100-1)*2 =199. Kita bisa menulis satu persatu deret tersebut hingga suku ke-100. Akan tetapi kita bisa tau juga dengan formula yang mungkin dipelajari oleh anak SMA Un= a+(n-1)*b.  Dari mana kita mendapatkan informasi tersebut ? Jawabannya sangat mudah. Itu karena pola dari deret itu jelas, kemudian kita bisa berpikir bagaimana mensimulasikan sehingga kita mendapatkan formula tersebut.  Pernah suatu ketika teman saya mencoba mengkomplain dengan mengatakan “tapi kehidupan kan tidak memiliki pola”. Saya melihat dari kasus generik, bukan dari kasus yang khusus. Saya bisa mengatakan bahwa Anda setelah lulus kuliah hanya memiliki beberapa option dalam hidup ini, 1. Kerja di perusahaan asing/lokal 2. Tidak bekerja. Emang tidak berpola seperti bilangan yang ada diatas. Contoh diatas sebenarnya hanya untuk memberikan pemahaman bahwa sesuatu yang berpola dapat kita buatkan sebuah formula. Hanya saja kehidupan ini polanya tidak seperti itu. 

Yang terlintas di benakku untuk saat ini adalah berupaya menolong dan menyadarkan manusia yang kudapatkan bahwa pendidikan itu penting dan kepentingan itu bermacam-macam. Sekarang saya bisa menganalisa beberapa hal. Mungkin saya  gak bisa ngomong mengenai tentang algoritma ini dan itu secara kompleks tentang teknologi, akan tetapi saya tau secara garis besar secara dalam apa sih yang akan kita dapatkan dengan meningkatkan teknologi  dan apa sih tujuan dari hidup ini dan sebagainya? Saya gak mendapatkan Nilai A seperti yang kalian banggakan dalam Ujian Kampus. Saya berharap mendapatkan nilai A  dalam kehidupan ini. Saya hanya berupaya untuk membuat hidupku lebih berguna. Mungkin saya tidak  berguna buat orang yang hidup seangkatan denganku atau  beberapa angkatan di bawahku atau diatasku. Tapi saya yakin orang2 yang ada 10tahun -selamanya akan mengenang namaku dalam hidupnya bahwa pernah ada orang yang namanya Fachrie Lantera yang berpikir bahwa segala hal itu bisa berubah dan kau juga bisa merubah sesuatu itu dengan memfokuskan apa tujuanmu  dan melakukan langkah2 yang harus ditempuh. Terlalu banyak hal yang telah saya jalani, namun terkadang saya merasa tertekan dengan kehidupan yang dialami oleh orang-orang disekitar saya.  sebenarnya saya pengen DO seandainya saya banyak uang dan punya influence yang besar untuk merubah peradaban, tapi belum bisa karena lingkungan orang Indonesia Timur. Karena mereka masih melihat kamu lulus kuliah atau gak dsb. Saya pengen DO karena waktu ini serasa tidak cukup dan jangan-jangan cita-cita yang terlintas di otak ini bisa hilang Kenapa harus ke Indonesia TImur?? Alasannya cukup simple, yaitu  karena ku berasal dari sana dan ketidakadilan terjadi disana dalam segi informasi. Seandainya saya ada di Amerika dan lahir disana, mungkin saya gak berpikir itu lagi  Malah saya berpikir bagaimana mencenkram dunia ini. Tapi Allah pengen ku hanya dalam skala kecil yaitu di Indonesia timur. Kenapa bukan di Indonesia bagian barat. Itu  karena ku melihat adanya pergeseran peradaban di Indonesia bagian barat , kemudian saya malas untuk berdebat dengan orang-orang pintar yang hanya ngomong tapi gak bisa melakukan sesuatu dengan jelas. Berbicara hal yang filosofis namun hanya tinggal sekedar cerita. Saya pengen kita berangkat dari hal yang filosofis kemudian kita lakukan. DO IT what you think.  Pilihan hidup itu banyak. Kita belajar serius di kampus, maka kita akan dapat nilai A atau B lah minimal. Dapat apa yang kau inginkan untuk masuk kerja diperusahaan yang bonafit mungkin. Yang sebenarnya tertawa  karena mendapat tenaga pekerja yang pintar2 di Indonesia dan hanya menyebarkan isu ke Pak rektor kampus ini “anak2 didikan kalian itu pintar-pintar dan  saya rasa ITB adalah kampus yang baik”. ITB mendapatkan pujian maksudku”. Tetapi perusahaan besar mendapatkan apa yang diinginkan.Tetapi kembali ke permasalahan setiap orang ingin hidup bahagia itu adalah pilihan. Saya gak mau merusak pola pikir orang yang sudah terbentuk demikian. Ya sudahlah itu adalah pilihan  malahan saya ingin support  untuk kerja di perusahaan bonafit  karena kemampuan adaptasi hidup setiap orang itu tidak semua sama. Dan saya ingin kita semua berhasil.  

 Setiap orang punya andil dalam hidup ini. Dan mungkin andil dalam hidupku tidak seperti sebagian orang. Kita lihat saja bagaimana kehidupan ini akan berputar. Saya dengar pak DMR mengatakan bahwa orang yang umurnya 20-25 tahun biasanya mempunya cita-cita tinggi. Saya sudah  menjawabnya kemaren2. Saya masih punya 5 tahun dari sekarang untuk berupaya mewujudkan impian saya.  Setelah 25 tahun yang ada adalah saya  pengen lebih advance dalam bidang yang saya senangi yaitu bagaimana merubah peradaban.

 

Fachrie Lantera

01021989

Seorang pelajar tolol dari jurusan Computer Science ITB yang memikirkan bagaimana merubah peradaban untuk Indonesia Timur :D


Posted in Cita-Cita

About author

I am simple but Complex

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.